Kisah Dibalik Ayat Kursi

Kisah Ayat Kursi

Sebelum kita membahas kisah yang berada di balik ayat kursi, alangkah lebih baiknya kita mengetahui terlebih dahulu bacaan ayat kursi dengan artinya terlebih dahulu. Berikut adalah bacaan ayat kursi.

ۚ اللّٰـهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَىُّ الْقَيُّومُ

ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ

ۗ لَّهُۥ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْأَرْضِ

ۚ مَن ذَا الَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۦ

ۖ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ

ۚ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ

ۖ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضَ

وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ  وَهُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيمُ

(QS. Al-Baqarah : 255)

Artinya:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”

Ayat kursi turun melalui serangkaian kisah antara Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Hurairah, dan setan.

Suatu hari Nabi Muhammad SAW, menerima zakat barang berupa kurma yang sangat banyak. Karena tidak memiliki tempat dirumah beliau untuk menyimpan kurma-kurma tersebut, maka kurma tersebut disimpan di serambi masjid. Lalu Nabi SAW mengutus Abu Hurairah untuk menjaganya dan ia pun bersedia untuk menjaganya.

Pada malam pertama ketika menginjak waktu tengah malam datanglah seseorang yang mendekati kurma-kurma milik Nabi tersebut lalu mengambil kurma dan memasukkannya kedalam kantung. Melihat hal tersebut Abu Hurairah menegurnya, “hey kamu ini siapa, malam-malam begini keluyuran dan mengambil kurma.” mendapat teguran dari Abu Hurairah seseorang tadi menyahut dengan mimik menghiba, “Abu Hurairah, saya ini seorang yang miskin, dari pagi saya belum makan. Perbolehkan aku mengambil sedikit saja kurma-kurma ini.” Mendengar pengakuannya, Abu Hurairah merasa tak tega dan membiarkannya.

Keesokan paginya Abu Hurairah ditegur Nabi SAW, “Wahai Abu Hurairah, mengapa kamu melepaskan seseorang tadi malam.” Abu Hurairah kaget dan merasa heran. Abu Hurairah pun bertanya penuh penasaran ”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan dia akan kembali lagi.”

Hari kedua Abu Hurairah mempersiapkan diri dan dengan penuh kewaspadaan menjaga kurma-kurma milik Nabi SAW. Ternyata ia pun datang lagi dan mengulangi hal yang sama. Kamu akan aku tangkap dan aku bawa ke hadapan Nabi SAW.” Sekali lagi ia memohon dengan mimik yang memelas.” Abu Hurairah, jangan kamu hukum aku, aku ini benar-benar dalam keadaan butuh dan memiliki keluarga.” Abu Hurairah sekali lagi tak tega mendengar pengakuannya tadi. “Baiklah, ini yang terakhir kali. kalau kamu mencuri lagi maka kamu akan aku ikat di tiang masjid dan ku serahkan kamu kepada Baginda Nabi SAW.”

Keesokan paginya Abu Hurairah lapor kepada Nabi Muhammad SAW, “hamba minta maaf karena seseorang itu datang lagi dan saya lepaskan karena hamba merasa tidak tega ”Nabi SAW bersabda, “Dia telah berdusta padamu dan akan kembali lagi.”

Ketika menginjak hari ketiga Abu Hurairah pun mempersiapkan tampar, dia tidak mau kecolongan. Ketika tiba tengah malam, rupanya ia tadi datang lagi dan mengambil kurma. “sekarang kamu tidak akan aku lepaskan, kamu akan aku ikat di tiang masjid ini dan akan aku serahkan kepada Baginda Nabi” ujar Abu Hurairah. Seseorang itu pun lalu menyahut. “Aku mempunyai sebuah doa yang bisa menjagamu. Apabila pagi hari membaca doa ini maka engkau akan dijaga keselamatannya sampai sore, dan bila membacanya sebelum tidur maka engkau akan dijaga keselamatannya sampai pagi”. Abu Hurairah penasaran. “doa apa itu?”. “Akan aku beritahu asal kamu lepaskan aku”, bujuk seseorag tadi. “baiklah, doa apa itu” ujar Abu Hurairah. Orang itu pun menjawab, ayat kursi, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum …” hingga engkau menyelesaikan ayat tersebut.

Keesokan harinya Abu Hurairah mendatangi baginda Nabi SAW dan menjelaskan perkara malam hari tadi bahwa ia diberi sebuah kalimat doa. ”Nabi SAW bertanya, “Kalimat apa itu?” Abu Hurairah menjawab, “Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum … “ Ia mengatakan padaku, jika aku hendak pergi tidur, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai dan Allah akan senantiasa menjagaku hingga pagi hari.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Adapun dia kala itu berkata benar, namun sebenarnya dia pendusta. Wahai Abu Hurairah, apa engkau tahu siapa yang bercaka denganmu sampai tiga malam?” “Tidak Ya Rasullahlah”, jawab Abu Hurairah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Dia adalah setan.”